Saat masa pandemi seperti sekarang ini tentunya banyak Mitsubishi Family yang beraktivitas dari rumah dan akibatnya mobil Mitsubishi kesayangannya hanya terparkir di garasi rumah. Jika itu terjadi sebaiknya tetap ada bagian mobil yang diperiksa secara berkala terutama cairan-cairan yang ada di ruang mesin.

Sebagai pemilik mobil, merupakan hal yang penting untuk meluangkan waktu untuk melakukan perawatan apalagi kalau mobil lebih sering diam di garasi rumah. Anda sebaiknya mengetahui beberapa bagian yang memerlukan pengecekan secara rutin, seperti komponen dengan cairan terutama di bagian mesin, bukan hanya sekedar rutin mengganti oli mesin saja lho!

Nah, cairan apa saja yang wajib secara rutin dilakukan pengecekan dan juga dilakukan penggantian? Rifat Sungkar selaku Brand Ambassador Mitsubishi di Indonesia membagikan tipsnya cara melakukan pengecekan cairan apa saja yang ada di ruang mesin berikut ini.

Cek level oli mesin

  • Tarik “stick level oli”, bersihkan sedikit batang stick nya dengan kain bersih dan masukan kembali. Tujuannya agar pembacaan level oli lebih akurat. Kemudian Tarik kembali batang stick nya. Pastikan level oli mesin pada stick level oli berada di antara level H & L, kemudian cek kebocoran di bawah kendaraan.

Cek radiator coolant level

  • Bisa lihat langsung ke tabung reservoir cairan coolant, dapat terlihat level radiator coolant nya. Baiknya, levelnya berada di antara Max & Min. Apabila level collant bawah level Min, harap ditambahkan cairan Coolant yang sesuai spesifikasi pada buku manual.

“Kalau kondisi mesin habis dipakai, jangan buka air radiator dari tutup yang ada di atas, tapi sebaiknya buka dari tabung reservoir. Karena tekanannya tinggi ketika kondisi panas. Kecuali kondisi mesin dingin itu boleh-boleh saja. Pastikan isi airnya di batas aman atau batas maksimal ya,” jelas Rifat.

Cek cairan wiper

  • Hampir sama dengan cairan coolant, pengecekan cairan wiper dapat juga dilihat langsung di tabung reservoir nya.

“Cek air wiper ini sebenarnya cukup penting, karena seringkali diabaikan, tapi ketika kita butuh dan pas habis jadi repot kan. Jadi sebaiknya dicek juga ya, kalua sudah berkurang sebaiknya ditambahkan sampai batas maksimal,” paparnya

Cek brake fluid level

  • Tabung cairannya selalu ada di area mesin sisi driver, baiknya cairan ini juga ada di antara level Max & min. Perhatikan juga cara menutup tutup reservoirnya. Apabila level brake fluid bawah level Min, harap ditambahkan brake fluid yang sesuai spesifikasi pada buku manual.

Cek kondisi aki

  • Umumnya, untuk pengecekan aki menggunakan Battery tester agar bisa mendapatkan hasil yang akurat.

“Aki itu ada dua, ada yang kering dan ada yang basah. Untuk aki kering itu lebih minim perawatan, tapi kalau yang basah harus dicek air akinya secara berkala,” kata pria yang juga pereli nasional ini.

Tidak hanya cairan di ruang mesin saja yang harus Anda periksa secara rutin, tapi untuk ban juga harus dilakukan pengecekan tekanan angin secara periodik. Hal ini tidak sulit dilakukan sendiri di garasi rumah.

“Perawatan ban mudah kok, kalau tidak tahu berapa standar tekanan angin untuk mobil Mitsubishi bisa buka depan supir, ada panduan tekanan ban berupa stiker di sampingnya. Ada pilihan untuk kapasitas penumpang 1 sampai 5 orang dan juga 6 sampai 7 orang dan juga versi penggunaan ban. Ada yang pakai ring 15 dan ada yang pakai ring 16, itu beda-beda tekanan anginnya,” pungkasnya.

Peralatan yang dibutuhkan untuk cek tekanan ban juga sederhana dan bisa ditemukan di marketplace. Untuk pengecekan dan pengisian angin dapat dilakukan sendiri menggunakan portable electric compressor.

Cara cek tekanan ban

  • Dengan alat portable electric compressor, tinggal hubungkan ke cigarette lighter untuk powernya, kemudian pasangkan langsung selang angin pada tiap ban. Jangan lupa mesin harus sambil menyala agar tidak mengambil suplai listrik dari aki langsung.

Jangan lupa untuk selalu melakukan pengecekan berstandar dan prosedur resmi di bengkel resmi Mitsubishi untuk memastikan kondisi kendaraan Anda selalu dalam kondisi prima.